🎮 Kritik Pedas Pendiri Arkane Studios: “Game Pass Itu Bom Waktu!” “いつか現実 (genjitsu = realita) akan menghantam.” — Raphael Colantonio, Founder Arkane Studios Industri game tengah bergejolak ⚡ . Setelah badai PHK (リストラ) melanda Xbox, Raphael Colantonio — pendiri Arkane Studios (pencipta Dishonored dan Prey) — melontarkan kritik pedas terhadap Game Pass , layanan langganan kebanggaan Microsoft. Dalam cuitan yang penuh sindiran, Colantonio menyebut Game Pass sebagai “model bisnis yang 不可能 (fukanō = tidak berkelanjutan)” yang perlahan-lahan menggerogoti業界 (gyōkai = industri) game. “Kenapa tidak ada yang membahas gajah di ruangan? Game Pass. Model ini disubsidi oleh uang tak terbatas Microsoft, tapi suatu saat 現実 (genjitsu) akan datang menagih. Mereka tidak bisa hidup berdampingan dengan model lain — entah mereka membunuh kompetisi, atau menyerah.” 🐘 🎯 Dampak Game Pass: Murah Bagi Gamer, Mahal Bagi 業界? Buat gamer, Game Pass memang kelihatan 夢 (yume = mimpi) yang terla...
Dulu, kita rela begadang demi menamatkan game RPG klasik dengan grafis seadanya. Piksel-piksel besar tak menghalangi kita hanyut dalam kisah heroik , intrik politik, atau drama emosional(感情的なドラマ) yang menyentuh hati. Kita tertawa bersama karakter-karakter unik 😂, merasakan kehilangan 😢, dan penasaran dengan alur cerita yang penuh kejutan. Sekarang? Dunia game modern(現代のゲーム) tampil luar biasa dengan visual realistis dan teknologi canggih seperti Unreal Engine 5 , lengkap dengan Nanite dan Lumen ✨. Tapi, jujur aja… setelah berjam-jam main, seringkali tidak ada satu pun cerita game(ゲームのストーリー) atau karakter yang benar-benar membekas. 🤷♂️ Ada yang kurang? Artikel ini membahas mengapa cerita dalam video game semakin tersisih, dan mengapa storytelling masih menjadi elemen penting dalam pengalaman bermain game. 🔍 Visual Tanpa Jiwa? Tren Game Kekinian yang Kehilangan Narasi(物語の喪失) Kemajuan grafis tidak selalu diiringi dengan kualitas cerita. Banyak game AAA kini lebih fokus pada...